Tema 8 Subtema 1 : Bahasa Indonesia 3.5 dan IPA 3.3



Udin dan keluarga sedang berlibur di daerah asalnya, yaitu Jawa Barat. Di lingkungan tempat tinggal Udin di Jawa Barat terdapat tempat wisata Telaga Warna. Telaga Warna terletak di kawasan Puncak Bogor.


Saat Udin berwisata di Telaga Warna, ayah Udin menceritakan Asal Mula Telaga Warna. Cerita Asal Mula Telaga Warna merupakan cerita turun temurun yang terkenal di daerah tersebut. Bagaimana cerita Asal Mula Telaga Warna?



Bacalah dalam hati cerita Asal Mula Telaga Warna berikut.

 Asal Mula Telaga Warna

         Dahulu kala di Jawa Barat, ada Raja dan Permaisuri yang belum dikarunia anak. Padahal, mereka sudah bertahun-tahun menunggu. Akhirnya, Raja memutuskan untuk bertapa di hutan.


         Di hutan Raja terus berdoa kepada Yang MahaKuasa. Raja meminta agar segera dikarunia anak. Doa Raja pun terkabul.


         Permaisuri melahirkan seorang bayi perempuan. Raja dan Permaisuri sangat bahagia. Seluruh rakyat juga bersuka cita menyambut kelahiran Putri Raja.


         Raja dan Permaisuri sangat menyayangi putrinya. Mereka juga sangat memanjakannya. Segala keinginan putrinya dituruti.


         Tak terasa Putri Raja telah tumbuh menjadi gadis yang cantik. Hari itu dia berulang tahun ketujuh belas. Raja mengadakan pesta besar-besaran. Semua rakyat diundang ke pesta.


         Raja dan Permaisuri telah menyiapkan hadiah istimewa berupa kalung. Kalung terbuat dari untaian permata berwarna-warni. Saat pesta berlangsung, Raja menyerahkan kalung itu.


         ”Kalung ini hadiah dari kami. Lihat, indah sekali, bukan? Kau pasti menyukainya,” kata Raja. Raja bersiap mengalungkan kalung itu ke leher putrinya. Sungguh di luar dugaan, Putri menolak mengenakan kalung itu.


         ”Aku tak suka kalung ini, Ayah,” tolak Putri dengan kasar.


         Raja dan Permaisuri terkejut. Kemudian, Permaisuri berusaha membujuk putrinya dengan lembut. Permaisuri mendekat dan hendak memakaikan kalung itu ke leher putrinya.


         ”Aku tidak mau! Aku tidak suka kalung itu! Kalung itu jelek!” teriak Putri sambil menepis tangan Permaisuri.


         Tanpa sengaja, kalung itu terjatuh. Permata-permatanya tercerai-berai di lantai. Permaisuri sangat sedih. Permaisuri terduduk dan menangis. Tangisan Permaisuri menyayat hati. Seluruh rakyat yang hadir turut menangis. Mereka sedih melihat tingkah laku Putri yang mereka sayangi.


         Tidak disangka, air mata yang tumpah ke lantai berubah menjadi aliran air. Aliran air menghanyutkan permata-permata yang berserakan. Air tersebut mengalir ke luar istana dan membentuk danau. Anehnya, air danau berwarna-warni seperti warna-warna permata kalung Putri. Kini danau itu dikenal dengan nama Telaga Warna.


Disadur dari: Dian K, 100 Cerita Rakyat Nusantara, Jakarta: Bhuana Ilmu Populer, 2014.

Cerita Asal Mula Telaga Warna merupakan cerita fiksi. Cerita fiksi atau rekaan sengaja dikarang oleh pengarang. Cerita fiksi diolah berdasarkan pandangan, tafsiran, dan penilaian pengarang mengenai peristiwa-peristiwa, baik yang pernah terjadi secara nyata maupun hanya dalam khayalan pengarang. Cerita fiksi dinikmati pembaca sebagai sarana hiburan.


Di dekat rumah Udin di Jawa Barat juga terdapat taman bermain. Udin dan saudara-saudara sepupunya bermain di sana. Dita ingin bermain ayunan. Udin membantu Dita menarik dan mendorong ayunan.



Udin menarik ayunan. Kemudian, Udin mendorong ayunan. Udin telah memberikan gaya pada ayunan itu. Apakah yang dimaksud dengan gaya?


Gaya adalah suatu kekuatan yang mengakibatkan benda yang dikenainya dapat mengalami gerak, perubahan kedudukan, atau perubahan bentuk. 


Gaya juga dapat diartikan sebagai tarikan atau dorongan yang dapat memengaruhi keadaan suatu benda.


Gaya yang diberikan Udin terhadap ayunan yaitu tarikan dan dorongan. Akibatnya, ayunan itu bergerak. Saat ditarik, ayunan bergerak ke belakang atau mendekati Udin. Saat didorong, ayunan bergerak ke depan atau menjauhi Udin. Apa yang dimaksud dengan gerak?

Gerak adalah perpindahan kedudukan suatu benda terhadap benda lainnya, baik perpindahan kedudukan yang mendekati maupun menjauhi suatu benda atau tempat asal akibat benda itu dikenai gaya.



Pulang sekolah Edo mengendarai sepeda. Di jalan cukup ramai, Edo mengurangi kekuatan saat mengayuh sepedanya. Laju sepeda menjadi lambat. Di jalan lengang, Edo menambah kekuatan saat mengayuh sepeda. Laju sepeda menjadi cepat. Kekuatan mengayuh memengaruhi laju sepeda. Saat Edo mengurangi kekuatan dalam mengayuh sepeda, Edo telah mengurangi gaya. Sepeda pun bergerak lambat atau pelan. Sebaliknya, saat Edo menambah kekuatan dalam mengayuh sepeda, Edo telah menambah gaya. Sepeda pun bergerak cepat. Dengan demikian, gaya berpengaruh terhadap gerak benda.


Biasakan membaca terlebih dahulu materi di atas sebelum mengerjakan tugas.

Bacalah teks berikut dengan saksama! (Pertanyaan No. 1-4)

Serangga Berhati Mulia

  Di suatu pagi yang cerah, ada seekor semut sedang berjalan-jalan di taman. Dengan perasaan yang gembira, semut tersebut berkeliling taman yang indah itu dan menyapa hewan lain yang juga berada disana. Hingga matanya tertuju pada sebuah kepompong yang sedang menggantung di ranting. Semut mendekati kepompong itu dan berkata, “Kepompong, buruk sekali nasibmu. Sudah jelek dan hanya bisa menggantung di sana, tak bisa melakukan apa-apa. Ayo turun sini dan nikmati taman yang indah ini.” Mendengar ejekan semut tersebut, kepompong memilih diam dan tak menanggapinya. 

  Pada suatu hari terjadilah kejadian yang tidak disangka-sangka. Saat si semut sedang berjalan mengelilingi taman, ia jatuh dalam kubangan lumpur yang terbentuk akibat hujan semalam. Dengan mngerahkan seluruh tenaganya, ia berteriak sekencang mungkin berharap ada yang menolongnya. Tak lama kemudian, seekor kupu-kupu terbang melintas dan mendengar teriakannya. Kupu-kupu tersebut mengambil ranting dan menjulurkannya ke arah semut. “Semut, cepat pegang ranting ini erat-erat, aku akan menyelamatkanmu,” kata kupu-kupu. 

  Akhirnya kupu-kupu berhasil mengangkat ranting itu dan berhasil menyelamatkan semut.Kemudian semut mengucapkan terima kasih karena sudah ditolong. Tapi, alangkah terkejutnya si semut setelah mendengar pengakuan bahwa kupu-kupu yang menolongnya adalah kepompong yang pernah ejek. Semut malu dan berjanji tak akan menghina sesama makhluk Tuhan lagi.

Sumber:  https://www.posbunda.com/hiburan/cerita-pendek-untuk-anak/

Soal No.1
Tokoh utama pada cerita di atas yaitu....
A. Semut
B. Kupu-kupu
C. Makhluk Tuhan
D. Burung

Soal No.2
Tokoh Semut pada cerita di atas memiliki sifat....
A. Baik hati 
B. Pendendam 
C. Sombong
D. Penyayang

Soal No.3
Amanat yang terkandung di dalam cerita tersebut yaitu....
A. Kita harus menolong teman yang sudah membantu kita
B. Kita tidak boleh sombong dan harus saling membantu
C. Kita harus menunjukkan kemampuan dihadapan teman
D. Kita harus memaafkan teman kita yang tulus

Soal No.4
Cerita di atas termasuk salah satu contoh teks fiksi. Jenis teks fiksi tersebut adalah....
A. Legenda
B. Cerita Jenaka
C. Saga
D. Fabel

Perhatikanlah pernyataan berikut! (Pertanyaan No. 5 dan 6)
(1) Mengetuk pintu
(2) Mengangkat ember
(3) Menendang bola
(4) Menggulung benang
(5) Melempar bola basket

Soal No.5
Kelompok-kelompok aktivitas yang menunjukkan gaya berupa dorongan yaitu....
A. 1, 2, dan 3
B. 2, 3, dan 4
C. 1, 3, dan 5
D. 2, 3, dan 4

Soal No.6
Made ditugasnya Ibu guru untuk menyebutkan aktivitas yang menunjukkan gaya berupa tarikan. Kelompok aktivitas yang seharusnya dipilih oleh Made yaitu....
A. 1 dan 2
B. 2 dan 3
C. 1 dan 5
D. 2 dan 4

Soal No.7
Perhatikanlah gambar berikut ini!

Aktivitas di atas menunjukkan bahwa gaya otot dapat mempengaruhi....
A. Wujud benda
B. Bentuk benda
C. Gerak benda
D. Arah benda

Soal No.8
Dani mendorong meja untuk dipindahkan ke luar kelas. Agar meja lebih mudah dipindahkan, maka teman Andi sebaiknya membantu....
A. Mendorong ke arah yang berlawanan
B. Menarik ke atas
C. Mengangkat ke atas
D. Mendorong ke arah yang sama

No comments:

Post a Comment